LENSA BEKASI, Pemerintah Kota Bekasi berencana menata Curug Parigi di Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, sebagai wisata alam pada 2018 mendatang.
Biaya yang dikucurkan untuk merestorasi curug yang berada di perbatasan antara Kota Bekasi dengan Kabupaten Bogor ini, mencapai Rp 8 miliar.
Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Bekasi Ahmad Zarkasih menjelaskan, dana sebesar itu akan digunakan untuk menata beberapa fasilitas umum. Di antaranya, lahan parkir kendaraan pengunjung, musala, dua menara pandang, jembatan, dan fasilitas lainnya untuk mendukung wisata di sana.
"Penataan Curug Parigi dilakukan sesuai FS (Feasibility Study/studi kelayakan) dan DED (Detail Engineering Design/proyek perencanaan fisik) yang ada," ujar Zarkasih, di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Selasa (3/10/2017).
Menurutnya, kajian FS dan DED sudah dilakukan oleh dinasnya sejak awal 2017. Hasil kajian itu menyatakan, air terjun mini tersebut layak dijadikan wisata alam, apalagi Kota Bekasi belum memiliki wisata serupa.
Karena itu, banyak warga Kota Bekasi bertolak ke daerah lain seperti DKI Jakarta untuk mencari hiburan wisata alam.
"Kita coba menata semua potensi pariwisata dan budaya yang ada. Nanti akan kita kembangkan sebagai potensi destinasi wisata," katanya.
Zarkasih tidak menampik bahwa Curug Parigi merupakan wisata musiman. Artinya, hanya bisa dinikmati ketika musim kemarau, sedangkan musim hujan akan tertutup debit air dari hulu.
"Pas hujan deras, memang curug tidak terlalu kelihatan, dibanding musim kemarau. Tapi tetap ada potensi dari sisi wisata," jelasnya. (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar