Selasa, 03 Oktober 2017

Pemkot Bekasi Kucurkan Rp 8 Miliar untuk Restorasi Curug Parigi

LENSA BEKASI, Pemerintah Kota Bekasi berencana menata Curug Parigi di Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, sebagai wisata alam pada 2018 mendatang.

Biaya yang dikucurkan untuk merestorasi curug yang berada di perbatasan antara Kota Bekasi dengan Kabupaten Bogor ini, mencapai Rp 8 miliar.

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Bekasi Ahmad Zarkasih menjelaskan, dana sebesar itu akan digunakan untuk menata beberapa fasilitas umum. Di antaranya, lahan parkir kendaraan pengunjung, musala, dua menara pandang, jembatan, dan fasilitas lainnya untuk mendukung wisata di sana.

"Penataan Curug Parigi dilakukan sesuai FS (Feasibility Study/studi kelayakan) dan DED (Detail Engineering Design/proyek perencanaan fisik) yang ada," ujar Zarkasih, di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Selasa (3/10/2017).

Menurutnya, kajian FS dan DED sudah dilakukan oleh dinasnya sejak awal 2017. Hasil kajian itu menyatakan, air terjun mini tersebut layak dijadikan wisata alam, apalagi Kota Bekasi belum memiliki wisata serupa.

Karena itu, banyak warga Kota Bekasi bertolak ke daerah lain seperti DKI Jakarta untuk mencari hiburan wisata alam.

"Kita coba menata semua potensi pariwisata dan budaya yang ada. Nanti akan kita kembangkan sebagai potensi destinasi wisata," katanya.

Zarkasih tidak menampik bahwa Curug Parigi merupakan wisata musiman. Artinya, hanya bisa dinikmati ketika musim kemarau, sedangkan musim hujan akan tertutup debit air dari hulu.

"Pas hujan deras, memang curug tidak terlalu kelihatan, dibanding musim kemarau. Tapi tetap ada potensi dari sisi wisata," jelasnya. (*)

Selasa, 15 Agustus 2017

KOTA MEIKARTA UNTUK SIAPA ?

KOTA MEIKARTA UNTUK SIAPA ?

1. Nama : Kota Meikarta

2. Pemilik : Lippo Group

3. Direncanakan mulai tahun 2014

4. Letak : Cikarang Selatan, Bekasi, Jawa Barat. Jalur lintasan Kereta Api cepat Jakarta Bandung.

5. Luas wilayah : 2.200Ha/22 juta m2

6. Perumahan : 400 ribu Unit

7. Kapasitas penghuni tetap : 2 juta jiwa

8. Harga hunian : Minimal 400 juta/Unit

9. Siap huni : Mulai tahun 2018

10. Harga tanah : Rp. 12,5 juta/m2

11. Gedung pencakar langit : 100 Unit

12. Fasilitas : 7 pusat perbelanjaan, rumah sakit Internasional, pusat keuangan Internasional, 10 hotel Internasional berbintang lima, Perpustakaan Nasional, opera theatre and art centre, 100 SD Internasional dan Sekolah Nasional plus, serta 50 SMP, SMA Nasional, dan Internasional.

~~~Saya baru pertama kali baca berita Kota Meikarta. Kesan pertama begitu kagum terhadap kemegahannya. Kendati demikian, dibalik kemegahan itu terbersit rasa khawatir terhadap kemungkinan Kota ini jadi sarana eksodus besar-besaran pendatang asing ke negeri ini yang berujung pada Ekspansi maupun Kolonisasi baru. "Mirip-mirip Reklamasi ?".

~~~Mencermati data diatas, Saya kurang yakin bahwa hunian di Kota baru tersebut terjangkau masyarakat ekonomi menengah kebawah. Apalagi masyarakat berpenghasilan pas-pasan bahkan mocok-mocok atau kerja serabutan ?.

~~~Untuk mengisi 2 juta penduduk dalam Kota baru itu, sepertinya sulit dapat tercapai bila hanya melalui proses konvensional maupun dari pintu ke pintu. Apabila dipasarkan hanya melalui proses konvensional, kemungkinan besar hingga 20 tahun kedepan 400 ribu hunian yang ada belum tentu akan terjual. Hal itu akan merugikan pengusaha yang menggelontorkan dana sejumlah 278 Triliun ditambah biaya pembebasan lahan 2.200 Ha.

~~~Bila boleh berasumsi, untuk mengisi penduduk Kota Meikarta yang ditargetkan berjumlah 2 juta jiwa pada tahap awal, logisnya harus dengan cara terorganisir. (ingat wacana Dwi Kewarganegaraan yang lagi promosi dan UU yang memperbolehkan asing memiliki Property di Indonesia).

~~~Disisi lain, bila kita kaitkan dengan proyek Kereta Api Cepat Jakarta Bandung yang dimulai dengan kontroversi tarik menarik kepentingan (Meikarta lintasan Kereta Api cepat). Sungguh sangat menyedihkan bila kita berpikir kebelakang terkait pembiayaan Proyek Kereta Api Cepat yang menggunakan dana Pinjaman dari Bank CDB RRC.

~~~Negara minjam uang dari RRC untuk membangun Kereta Api Cepat yang konon menurut beberapa ahli urgensinya layak dipertanyakan karena telah memiliki 2 ruas Tol yang menghubungkan Jakarta-Bandung. Negara terbebani mencicil hutang serta bunganya hingga harus tega mencabut subsidi dan menaikkan pungutan pajak dari rakyatnya. Belakangan baru terungkap bahwa jalur Kereta Api cepat itu akan masuk ke Kota Meikarta milik Taipan asing.

~~~Saat ini kita hanya dapat menopang dagu sambil bergumam dalam hati. " Alangkah sedihnya kita pewaris bumi pertiwi ini hanya dapat menonton tanpa berdaya menyaksikan pengusaha membangun kota baru milik pribadi seperti membangun di wilayah tak bertuan ?". Menurut hemat Saya, " sepertinya mereka telah mendirikan Negara dalam Negara".

Note :

1. Repost tulisan Norman Sidabutar Tgl 9 Juli 2017.

2. Di like 2,7 ribu, di share 5.047 kali.

3. Telah menerima pengakuan dari beberapa orang pekerja bagian pemasaran Kota Meikarta, bahwa tulisan ini banyak berpengaruh menyadarkan calon pembeli.

4. Bila anda masih perduli terhadap masa depan Bangsa dan Negara, tolong bantu viralkan Kota Meikarta berdasar fakta-fakta.

Senin, 14 Agustus 2017

Upacara Bendera Ala Jawara Bekasi

LENSA BEKASI, BEKASI – Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, meapresiasi upacara bendera yang dilakukan orang Bekasi ala Jawara yang dinilainya sebagai patriotisme warga Kota Bekasi demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

https://static1.freebitco.in/banners/468x60-3.png

“Bersilaturahmi dengan warga Bekasi dan melihat dari dekat kesenian silat Betawi Bekasi dari berbagai perguruan. Penuh akan nilai kelestarian budaya daerah dan patriotisme,” kata Deddy yang hadir dalam kegiatan Upacara Bendera Orang Bekasi ala Jawara di Lapangan Alun-Alun Kota Bekasi, Minggu 13 Agustus 2017.

Deddy dan rombongan disambut pihak penyelenggara acara yakni dari Gerakan Moral Silaturahmi Pelestarian Silat Budaya Betawi Bekasi yang diketuai Mardani.

Ratusan pesilat muda hingga dewasa dari berbagai perguruan di Kota Bekasi juga hadir bersama Wakil Walikota Bekasi H Ahmad Syaikhu dan jajaran aparatur.

Dikatakan Deddy, jawara yang berarti kesatria- pembela kebenaran, berpihak pada yang lemah, dan melawan kezaliman.

“Bukan pendekar kalau masih korupsi atau mencontek pelajaran,” katanya seraya berpesan generasi muda harus berprestasi dan berakhlak mulia.

Sementara, Wakil Walikota Bekasi, H Ahmad Syaikhu, berharap budaya pencak silat sejalan dengan belajar mengaji Al Quran. Warga Bekasi pun kata dia memiliki figur pejuang, yang juga Ulama KH Noer Ali.

https://youtu.be/AzVh4-IwPXA

“Sosok KH Noer Ali mengajarkan mengaji hingga bisa menjaga diri.  Pada zamannya dipakai untuk berjuang meraih kemerdekaan dan saat ini kita ingin dipakai menjaga diri dan menjaga Keutuhan NKRI,” katanya.[adv/humas]